Saving our world of self recoqnitions

Author Archive

“You Owe Us This Much…”

BACK TO BUSINESS…

Bicara pendidikan, Belandalah yang pertama kali mendirikan sekolah di Indonesia berdasarkan sistem dan konsep yang mereka kembangkan di negeri mereka.
Pendudukan Belanda di Indonesia dimulai pada awal abad ke 17. Diawali dengan penerimaan yang baik dari bangsa kita, keleluasaan dan kekayaan negeri merubah sikap mereka. Apakah keberadaan mereka selama 3,5 abad semata-mata beritikadkan menjajah? Mereka pasti sangat suka tinggal disini untuk betah tinggal selama itu. 350 tahun merintis penghidupan dan pembangunan di Indonesia, beranak cucu dan cicit ditanah air Indonesia. Mau tidak mau secara tidak langsung Belanda akan selalu terkait dengan Indonesia, yang dahulu kala pernah menjadi “their second home”.

Pemerintahan Belanda memperkenalkan sistem pendidikan formal bagi populasi lokal di Indonesia, walau hanya terbatas bagi siswa tertentu yang memiliki hak istimewa. Struktur yang diterapkan kurang lebih mirip dengan struktur pendidikan yang ada sekarang, dengan level-level sebagai berikut :
ELS (Dutch: Europeesche Lagere School) – Sekolah Dasar
MULO (Dutch: Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) – Sekolah Menengah
AMS (Dutch: Algeme(e)ne Middelbare School) – Sekolah Menengah Atas
Sampai dengan tahun 1030 an, pemerintah Belanda sudah memperkenalkan pendidikan formal terbatas pada hampir setiap provinsi Dutch East Indies.

Sekolah-sekolah yang pernah didirikan pada zaman Belanda, antara lain :
ELS Eurospeesche Lagere School
HIS Hollandsch Inlandsch School, Sekolah Dasar dengan sistem seperti di Belanda.
HBS Hogere Burger School, Setingkat SLTP untuk warga negara pribumi.
MULO Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, setingkat SLTP sekarang ini.
AMS Algemeen Metddelbare School, mirip HBS, namun setingkat SLTA/SMA.
Inlandsch School & Volksch School, Sekolah Desa, berbahasa pengantar daerah.
Vervolksch School & Schakel School, Sekolah Desa Lanjutan berbahasa pengantar Belanda.
Stovia School Tot Opleiding Van Inlansche Artsen, disebut juga sebagai Sekolah Dokter Jawa

Belanda memberikan kesempatan pada mahasiswa berbakat Indonesia untuk mendapat beasiswa untuk belajar di Belanda adalah suatu niat baik yang harus kita hargai. Namun demikian, banyak pula negara-negara lain yang memberikan kesempatan yang sama bagi mahasiswa Indonesia, padahal sebagian besar mereka tidak berkaitan sejarah sama sekali dengan Indonesia.

Daftar Universitas di Belanda, dimulai dari yang tertua :

Map of Holland universities

Map of Holland


Leiden University, Netherland

Leiden University, Netherland


University of Groningen

University of Groningen


University of Amsterdam

University of Amsterdam


Universiteit Utrecht

Universiteit Utrecht


Delft University ofTechnology

Delft University ofTechnology


VU University Amsterdam

VU University Amsterdam


Radboud University

Radboud University

Perkiraan Biaya Sekolah Tinggi / Universitas di Belanda :

Menurut pihak terkait yang berwenang Belanda, minimal nominal yang dibutuhkan seorang pelajar untuk tinggal di Belanda sekitar 800 Euro/bulan. Sedang tersedianya dana direkening bank calon siswa sebesar 12X lipat biaya tersebut merupakan keharusan guna mendapatkan Visa pendidikan.
Banyak institusi yang mengharuskan transfer rekening sejumlah total biaya yang diperlukan, sehingga biaya pendidikan dan penginapan siswa dapat dipotong dari jumlah tersebut.
Tergantung pada program-programnya, jangka waktu yang direncanakan dan pelayanan yang dibutuhkan, biaya yang diperlukan beragam dari 900 euro s/d 4.500 euro /tahun.
Biaya tuition untuk program Bachelor and Master bagi mahasiswa non EU biasanya lebih tinggi dari mahasiswa anggota EU, sekitar 14,000 euro – 22,000 euro ( termasuk seluruh biaya hidup)
Mahasiswa dari luar European Union tidak berhak mendapatkan beasiswa nasional pemerintah Belanda, akan tetapi Departemen Pendidikan Belanda menawarkan berbagai macam beasiswa bagi warganegara dari berbagai negara asing sesuai dengan kesepakatan budaya dan kerjasama lainnya.

Hemmm….sepertinya biaya sebesar itu belum tentu dimiliki oleh sebagian besar warganegara Indonesia, terutama bagi “Laskar-laskar Pelangi” kita nun jauh di pelosok tanah air.

As a conclusion…

3,5 centuries of living together side by side is more than just a history, could it be LOVE?? Each century has their own moment of good and bad times, we never forgot our lost but we have certainly forgotten the FEEL of togetherness, the connection between us. Whether you like it or not the Dutch will always be an important part of our life, something that run inside our very heart and soul. Does Dutch people feeling “it” too? I don’t know…all I know is, what happened centuries ago was done by their ancestor and seems like their new generations don’t realize how this unpopular country people called “Bali” was once their huge FREE unlimited resource of living..?

“And you know something…here we are 64 years after our independence day, things are developing, our country are renovating, and yet we’re struggling. Were fighting, for a better chance on every aspects of life, picking up the pieces what we have left off. We positively heading to a better future, however the future must wait for a little while. Because we’re dealing with the most crucial human factor, our young generation. We need a better education system. Yes, EDUCATION is the answer…and we’re lacking a lot of things. HELP us would you, please? To finish what you have started hundreds of years ago…
WHY? Because you owe us this much…”

37 years ago my Grandmother had to wrote The Queen a letter, for her recognitions as one of Dutch citizen. It wasn’t easy but she made it through. Years gone by, at 86 years of age she just couldn’t let go of her pain still. There are moment when her eyes are wandering away, her thought were far beyond her presents. Never a single day gone by without her thinking of her other children that living in Indonesia, the guilt is torturing her soul. Are their children having a good life? Are they happy? are they living the way she does?

“Don’t you worry, Oma…good or bad Indonesia is my country, the land where I stand on and the air that I breathe in. It maybe hectic and crowded and messy but we’re working on it, our fellow countryman are. This may never be easy but we’re on our way there. You know it’s not easy picking up the pieces and tried to put them together and expect for the prettiest picture at the same time. Yes of course I wanted to see you again, I’m waiting for the perfect moment. Because, Oma…Instead of buying my way out, I’m working my way to get to where you are…”

Advertisements

“Orang Belanda Kangen Indonesia…”

“Sekilas tentang kehidupan di Belanda yang aku kenal dari keluargaku disana…”

bunga bertaburan di DenHaag

bunga bertaburan di DenHaag

Foto diambil awal pertengahan bulan April, saat bunga-bunga bertaburan di taman sepanjang jalan Den Haag.

Tante-tanteku di Belanda

Tante-tanteku di Belanda

30 tahun lebih meninggalkan Indonesia tidak melunturkan kecintaan mereka akan tanah kelahirannya, Indonesia.

Beatrice Eleonoor Kops-Van Gemert

Beatrice Eleonoor Kops-Van Gemert

My Grandma

My Grandma

My dearest Grandmother, she is living in Leeuwarden, also well known as the Friesland.

Suasana di Leeuwarden

Suasana di Leeuwarden

Bila cuaca memungkinkan di bulan April menjelang summer, masyarakat bisa bersantai di luar rumah.

Roti di Belanda

Roti di Belanda

Kurang lebih beginilah bentuk roti di Belanda, serba ber’keju…hemmmm yummy!

Olah raganya badminton

Olah raganya badminton

Oom Charles, pamanku bermain badminton untuk berolahraga.

Berjaipong di Belanda

Berjaipong di Belanda

Banyak orang Bandung di Belanda, tetap bisa memuaskan kerinduan akan budaya Sunda walau jauh dari tanah air.

Yeah...Poco-poco tetep asiiiik!

Yeah...Poco-poco tetep asiiiik!

Orang Belanda doyan sekali berdansa untuk refreshing dan olahraga. Poco-poco adalah salah satu favorit mereka selain “SalDut” alias Salsa Dangdut…gaya baru yang mereka ciptakan. Luar biasa!

Sandiwara

Sandiwara

Terkadang diadakan acara sandiwara juga…

Country Music Night

Country Music Night

Acara musik Country…

Prasmanan ala Indonesia

Prasmanan ala Indonesia

Yang selalu ditunggu-tunggu, prasmanan ala Indonesia. Daun pisang diganti dengan aluminium foil…

Kartini'an di Belanda

Kartini'an di Belanda

Mereka selalu menonjolkan budaya khas Indonesia sebagai ciri khas dan kebanggaan…

Lambang resmi KOEMPOELAN

Lambang resmi KOEMPOELAN

The official Logo of KOEMPOELAN with Don & Grace Nuis as their leader.

Undercovers Band at Pasar Malam Besar

Undercover Band at Pasar Malam Besar

Wesley Nuis & Randy Soewarno of The Undercovers Band

Wesley Nuis & Randy Soewarno of The Undercover Band

Plug n Play Sessions

Plug n Play Sessions

The Undercovers Band, a highly potential band that always performed at the Pasar Malam Besar in The Hague. Randy Soewarno as the lead singer dan Wesley Nuis at the guitar, who’s happen to be my cousins.

Terima pesanan peuyeum di DenHaag

Terima pesanan peuyeum di DenHaag

Tanteku sering terima pesanan peuyeum, ala DenHaag…

Camelia on April

Camelia on April

Bunga Camelia yang tumbuh dan berkembang di halaman belakang rumah Tanteku…

Becak di Rotterdam

Becak di Rotterdam

Randy Soewarno & Stephany at Santai’s Party one summer, in Rotterdam

Historicly

Gemert Castle

Gemert Castle

Gemert Castle

Gemert Castle

Gemert village was my Great Grandfather Konraad Aloysious van Gemert birthplace, it was one of the most important place during war world I…his work as a journalist for The Dely Krant brought him to Indonesia.

Semoga PEMENANG kompetisi ini nantinya bisa berkeliling Belanda sampai puas, dan boleh juga ikut gabung ber’Jugala di Koempoelan DGR di Leeuwarden. JANGAN LUPA nonton PASAR MALAM BESAR di Den Haag, pasti seru…SELAMAT BERJUANG!

Sumber:
http://nl.wikipedia.org/wiki/Gemert


“High Studying, Below Sea Level”

Okay…first of all, sebagai informasi Belanda adalah negara Non-English Speaking pertama yang menawarkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diberbagai Perguruan Tinggi yang mereka miliki. Dengan prestasi sebagai negara pendidikan terbaik di Kontinen Eropa, sebagai top 10 dari 200 universitas. Institusi pendidikan tinggi di Belanda menawarkan 1300 internasional program study dan kursus-kursus yang keseluruhannya diajarkan dalam bahasa Inggris.

Kenapa di Belanda?

• Sistem pendidikan Belanda yang interaktif, berlatar belakang bisnis dan berfokus pada kerjasama tim.
• Belanda memiliki 50 tahun pengalaman dalam menawarkan program-program Internasional.
• Sistem pendidikan yang berkwalitas tinggi dan diakui di seluruh dunia.
• Sistem pendidikan Belanda diklasifikasikan dengan “Sistem pembelajaran pemecahan Masalah”.
• 95% penduduk berbahasa Inggris sehingga mempermudah komunikasi.
• Belanda berlokasi di pusat Eropa sehingga mudah dicapai dari seluruh kota-kota besar Eropa.
• Biaya pendidikan dan pengeluaran yang relatif rendah bagi pendatang dibanding negara Eropa lainnya.
• Universitas-universitas Belanda memiliki hubungan baik dengan partner institusi asing sehingga memungkinkan untuk dilakukannya pertukaran pelajar dan study tour.

Lebih lanjut lagi,

Ada 2 macam jenis perguruan tinggi di Belanda.

1. “Universitas” mempersiapkan kemandirian mahasiswa dengan ilmu pengetahuan dan ilmiah untuk mampu bekerja di lingkungan akademis maupun profesional.
2. “The hogescholen” adalah universitas yang menerapkan science untuk mempersiapkan mahasiswa secara luas pada berbagai macam karir di 7 sektor: agrikultur, permesinan dan tekhnologi, ekonomi dan bisnis administrasi, penyedia kesehatan, pendidikan dan pelatihan guru, bidang sosial, dan seni. Dikenal juga dengan sebutan HBO (hoger beroepsonderwijs)

Utrecht University

Utrecht University

Dengan motto “Sol Iustitiae Illustra Nos,” yang berarti “Sun of Justice, shine upon us.” Utrecht, merupakan salah satu universitas tertua di Belanda dan termasuk terbesar di Eropa. Yang istimewa dari Utrecht, selain banyak memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia, mereka juga menawarkan Program Musim Panas yang berlangsung paling lama 6 minggu, dengan 6 program pilihan. Cukup menarik bagi kaum muda yang ingin belajar sembari traveling dan mengenal budaya Belanda.

Windmill of Utrecht

Windmill of Utrecht

Adnan Buyung Nasution SH

Adnan Buyung Nasution SH

Utrecht dikenal dengan fakultas hukumnya, Adnan Buyung Nasution merupakan salah satu lulusan dari fakultas hukum Utrecht.

Almarhum Munir

Almarhum Munir

Yang tidak akan pernah kita lupakan, almarhum Munir merupakan kandidat mahasiswa S2 fakultas hukum Utrecht.

Prof. Henk Addink of Utrecht

Prof. Henk Addink of Utrecht

Hemmm…Guru Besar tamu dari Utrecht, Prof. Henk Addink, sempat memberikan lecture di FHUI Universitas Indonesia mengenai “Law and Good Governance”.

Mengapa Belanda bagi aku secara pribadi?

Belanda akan selalu menjadi bagian penting dalam kehidupanku, sejarah telah menetapkan itu sementara nasib yang telah menentukan keberadaan aku sebagai warga negara Indonesia yang sejati. Bicara pendidikan, membandingkannya tidaklah sulit. Lulus SMU, sepupu ku yang berumur 18 tahun sudah bisa menguasai 5 bahasa. Kemampuan berteknologipun bisa dibilang tingkat lanjut, karena didukung sarana dan prasarana yang memadai. Suka bermusik atau menari? Belanda memiliki sekolah tinggi yang menjamin lulusannya untuk bisa bekerja nantinya. Urusan bahasa Inggris, orang Belanda memang mayoritas menguasai bahasa itu dengan dialek yang baik pula. Berbeda dengan Jerman yang tidak selalu warga negaranya menguasai bahasa Inggris. Jerman yang memang terkenal dengan universitas-universitasnya, hanya saja untuk mengejar ilmu di negeri itu diperlukan lebih banyak persyaratan. Selain mampu berbahasa Jerman, lulus tes Abitur (persamaan SMU), keuangan yang memadai, juga waktu yang tidak sebentar. Dari perbandingan tersebut menurut saya cukup adil rasanya untuk menjadikan Belanda sebagai pilihan untuk bersekolah di luar negeri. Berbekalkan bahasa Inggris dengan bonus bahasa Belanda. Cukup menarik bukan?

Sumber :
http://www.eurogates.nl/en_holland_news/id/464/
http://www.hanze.nl/home/International/About+Groningen/About+the+Netherlands/
http://www.mastersportal.eu/students/best_practice/the_netherlands/
http://www.goabroad.net/reinierniethier/journals/883/4.-Windmills-and-Tulips
http://www.euroeducation.net/prof/netherco.htm
http://www.learn4good.com/great_universities/universities_netherlands.htm
http://www.nuffic.nl/international-students

http://www.msc-gima.nl/index.php/utrecht-university


“TERUSKANLAH….” Lyric lagu Agnes Monica

MyHotComments.com

Agnes Monica – Teruskanlah

Pernahkah kau bicara
Tapi tak di dengar
Tak di anggap
Sama sekali

Pernahkan kau tak salah
Tapi disalahkan
Tak di beri
Kesempatan

Reff :
Kuhidup dengan siapa
Ku tak tau kau siapa
Kau kekasihku tapi
Orang lain bagiku

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu

Kau tak butuh diriku
Aku patung bagimu
Cinta bukan
Kebutuhan mu

Back to reff.

Hoo.. Hooo

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau.. kau begitu

Teruskan lah… teruskan lah..

Lirik lagu Agnes Monica – Teruskanlah ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Agnes Monica – Teruskanlah.


“Thanking Mom on each Birthday…”

baby's thought

baby

It was all came to me at midnight of my 30th birthday 2 years ago. Just like any other birthday, that day was gonna be my “big day”. A birthday dinner with my girlfriends (special event each year). A private family party (as always), the biggest hug from my precious children, the most special gift of all. Alone that night, I was trying  to memorize every single memorable moments within 30 years of living. Thinking how I no longer a teenager, how I should really trying and behave myself (be a grown up for God sake!) How I should accepting the new era of my life. For me that was the official point. Then it suddenly hit me! 30 years ago, in the morning, there was my mum holding on to her very pregnant belly, called out to my dad how she might be having her first contractions. She knew I was coming. My father urged her to go as fast as possible but she preferred to wait a little longer while doing some house works and make some preparations for my 1,5 years old sister she was about to leave for mother’s nature call. Not until the unbearable pain occurred she walked her way out to the midwive’s (neighbour) house across the street approximately 30meters from their rented house. I can imagine the anxious and concerned face of my father welcoming his baby boy (he wished..). Crossed in my imagination how my mother suffered while struggling in pain for her baby to come into this world. By the time I finnaly arrived, the midwive said “It’s another girl!” (imagine how my father expression to that!). Not quite what they were expecting she thought, but she exhaled in such a relieved, thanking God for such a strenght He gave her. Then she looked at her newly born baby for the very first time and thinked to herself “what a beautiful baby girl…” I must handed to her (and all mothers in the world) “THAT WAS ONE HARDCORE EXPERIENCE!”. So that night, in the middle of the night. Just before my big event of the year, I cried. Before all the celebrations and excitement in life, all congratulations (even from my very own mother) I thought to myself “how come no one congratulate the very person” who brought me into this world?? Why?? I guess it’s all because “MOTHER’S LOVE IS AS LONG AS THE RIVER AND AS WIDE AS AN OCEAN”. Not even once they asked for even the simplest appreciation, just hope and prayers for their baby well being and happiness. So for me, my very own birthday is the official date of MOTHER’S DAY. And at every birthdays to come, the very first thing I’m going to do before all of the excitements, is by expressing my gratitude and my deepest appreciation to my mum by claiming the day as MY VERY OWN MOTHER’S DAY. A simple THANK YOU and the warmest hug of her own flesh and blood would bring her the world.


“You’re not Adam, stop using his phrase..”

among  the others

among the others

“If it was not for the man missing rib, there will be no woman..” one guy remarked.
What a powerful expression to be used by man, so I thought.

The line stuck inside my head for quite sometimes now, try to figure out the true meaning of women existence and why does it had to be men’s rib?
Does men proven to be one rib short?

After doing days of thinking and some research, I finally found the answer.
That both men and women are having the same number of ribs.
And the next time any men should ever used that remark on me, I would sincerely reply,

“Hello, if it wasn’t for Adam’s rib there’ll be none of us.
Evidently, even if there is no you, there’ll always be me..”
The remark work solely work for Adam himself, not to every man…

So for every men out here who obviously came into this world through his mother womb,

“Please, give it up already.
You’re not Adam, stop using his phrase.

Women are not taken out of your rib cage.
Why not thank Mom instead?”


“Menghitung Mundur..”

a disney watch

a disney watch

Di awali dengan proses kelahiran, pertumbuhan dan bertambahnya kepintaran seorang bayi dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun… Tanpa disadari bahwa sejak awal pertama kehidupan itu dimulai di dunia ini, telah dimulai juga hitung mundur itu. We are counting down our days…

I know someone that is recently being diagnosed with terminal cancer, she is now only have a couple months to live. And yet she told her children not to mess with her system, to let everything work as it should. She knows she’s in a good hand, she’s ready and prepared herself until her departure day is final…

I once watched a documentary of a 28 years old lady with terminal cancer saying, ” We’re all going to die eventually…mine is because of cancer. And yours..?!?”

My son was only 7 when he found out how man will grow old and to eventually die. He was chocked on his words by saying, “But mom, I don’t want to die…!” How to explain our children that we have brought them into this world on an undefinitely contract..? Already I’m feeling the guilt…

I’ve been thinking about life, and just couldn’t let go of questioning man existences. Why are we even here
for the first place? Why can’t we love one another without any expectations? I know the Lord is perfect and good…and still the ungrateful thought beneath kept on yearning on questioning Him. I wish for some humanity softwares to be purchased in this world, within our heart to be installed. I realized I’ve been asking to many questions my head is spinning…

And I hope to learn to be grateful, embrace each seconds in life as a gift from heaven and create my own heaven on earth. To be alert of any upcoming events in life and act wiser in making any decisions. For we are sinners whom obligated to redeem ourselves, because it is what it is, there’s nothing you can do to change destiny…But then again, who am I to say these things..??